Rabu, 08 Februari 2017

Penguatan Negatif : Manfaat dan Risikonya - tulisan salah satu mentor


Baru-baru ini saya menyaksikan video pelatihan berbasis terapi yang saya beli di luar negeri dan menemukan beberapa hal menarik dan penting untuk dibahas dari sudut ilmu pikiran. Pelatihan ini diselenggarakan di Amerika oleh salah satu trainer terkenal yang diundang sebuah lembaga keuangan terkemuka dengan tujuan meningkatkan penjualan.

Salah satu komponen penting dalam upaya meraih sukses, selain perencanaan atau strategi yang matang dan terukur, adalah tindakan. Perencanaan sebaik apapun tidak akan bisa membuahkan hasil bila tidak diwujudkan dalam upaya tindakan konsisten. 

Masalahnya, perencanaan seringkali hanya tinggal perencanaan. Perencanaan dibuat dengan sangat cermat hanya untuk tidak dilaksanakan karena berbagai alasan. Yang paling sering adalah penundaan tindakan berkelanjutan.

Dalam konteks penjualan, penundaan atau ketiadaan tindakan tentu sangat merugikan. Target yang telah ditetapkan tidak tercapai dan motivasi menurun drastis seiring waktu berjalan. 

Menyikapi hal ini perusahaan atau lembaga tentu tidak tinggal diam. Berbagai upaya dilakukan untuk membangkitkan semangat para karyawan atau tenaga penjual untuk melakukan tidakan sistematis, terstruktur, dan masif untuk bisa segera meningkatkan kinerja dan omzet penjualan. 

Salah satu cara untuk membangkitkan semangat atau motivasi adalah dengan mengundang trainer dan menyelenggarakan pelatihan transformasi diri yang berlangsung selama beberapa hari. Saat ini pelatihan pengembangan diri, khususnya untuk peningkatan penjualan, sudah tidak lagi sekedar bermain di ranah motivasi pikiran sadar, tapi sudah masuk ke pelatihan berbasis terapi yang menitikberatkan otak-atik pikiran bawah sadar dengan berbagai cara atau teknik. Hal yang sama juga saya dengar dari seorang country manager di Jakarta yang berkantor pusat di Swedia. 

Perkembangan positif ini tentu sangat menggembirakan. Pelatihan yang semata bermain di ranah motivasi berbasis pikiran sadar atau kekuatan kehendak (will power), seperti yang selama ini diketahui, bisa memotivasi peserta pelatihan namun hanya untuk waktu singkat. Setelahnya, peserta kembali lagi ke pola lama. Ini tentu akan sangat melelahkan dan membutuhkan biaya yang besar karena pelatihannya perlu sering diulang. 

Sebaliknya, pelatihan berbasis terapi, bila dilakukan dengan metodologi yang benar dapat memberikan hasil yang sangat maksimal dalam waktu pelatihan hanya beberapa hari. 

Berikut ini dijelaskan beberapa hal yang pasti dilakukan oleh setiap trainer yang menyelenggarakan pelatihan transformasi diri berbasis terapi, termasuk yang dilakukan trainer dalam video yang saya tonton. Informasi ini disampaikan kepada para pembaca sebagai pengetahuan yang semoga bermanfaat bila mengikuti pelatihan berbasis terapi. 

Untuk bisa melakukan otak-atik pikiran bawah sadar, ada yang menyebutnya pemrograman ulang, atau mengatasi mental block, perlu ditetapkan terlebih dahulu apa yang akan diubah. Ini adalah target perubahan yang akan dilakukan. Misalnya, perasaan tidak percaya diri, takut penolakan, suka menunda, akan diubah menjadi percaya diri, berani, giat dan semangat bekerja. 

Langkah selanjutnya adalah masuk ke pikiran bawah sadar. Untuk ini trainer perlu mampu membimbing para peserta menembus faktor kritis (critical factor) pikiran sadar mereka. Faktor kritis berfungsi sebagai filter mental yang akan menyaring informasi atau data yang akan masuk ke pikiran bawah sadar. Penyaringan dilakukan dengan membandingkan data yang akan masuk dengan data yang telah ada di pikiran bawah sadar. Bila data tidak sesuai, sama, atau sejalan pasti ditolak. Bila faktor kritis berhasil ditembus maka tidak ada lagi filter yang menyaring data dan dengan demikian data akan dengan mudah dimasukkan ke pikiran bawah sadar. 

Sebenarnya, walau faktor kritis pikiran sadar sudah berhasil ditembus, data yang masuk masih harus melewati empat filter pikiran bawah sadar. Filter ini adalah filter keselamatan hidup, filter moral/agama, filter benar/salah, dan filter masuk akal atau tidak. Bila berhasil melewati lima filter ini, satu filter di pikiran sadar dan empat di pikiran bawah sadar barulah data diterima oleh pikiran bawah sadar. 

Dalam konteks pelatihan, ada banyak teknik yang bisa digunakan untuk menembus faktor kritis yaitu relaksasi mental, melelahkan fisik dan mental, dan menggunakan emosi. 

Relaksasi mental dilakukan dengan serangkaian induksi verbal dengan tujuan membimbing peserta pelatihan menjadi rileks secara mental dan gelombang otak mereka turun dari yang dominan beta menjadi dominan alfa dan theta. Untuk melakukan ini trainer harus sangat fasih dan cakap melakukan induksi, pendalaman kondisi rileksasi mental dengan teknik yang sesuai, dan cermat karena induksi dilakukan secara massal, bukan perseorangan. Teknik ini bisa dilakukan kapan saja sesuai kebutuhan. 

Walau tujuannya sama namun teknik melelahkan fisik dan mental sangat berbeda dengan teknik rileksasi mental. Teknik melelahkan fisik dan mental dicapai dengan trainer secara sengaja melakukan pelatihan dalam waktu yang sangat panjang. Biasanya mulai pagi jam 08.00 sampai subuh jam 02.00 dan bahkan ada yang sampai jam 04.00. Selanjutnya peserta hanya diberi waktu istirahat yang sangat sedikit dan diminta berkumpul kembali di ruang pelatihan jam 08.00. 

Kelelahan fisik yang dialami akibat kurang istirahat (tidur) selama beberapa hari, karena harus mengikuti pelatihan mulai pagi hingga subuh, juga mengakibatkan kelelahan mental. Setelah beberapa hari kurang tidur maka resistensi peserta terhadap sugesti yang diberikan trainer menjadi lemah dan sugesti dapat dengan mudah masuk ke pikiran bawah sadar. 

Kondisi turunnya resistensi akibat kelelahan fisik dan mental ini tentu ada sisi positif dan negatif. Positifnya adalah para peserta secara konsisten berada dalam kondisi trance selama mengikuti pelatihan. Dengan demikian sugesti yang diberikan akan sangat mudah masuk ke pikiran bawah sadar mereka. Negatifnya, ucapan, pikiran, bacaan, apa yang didengar atau ditonton, sadar atau tidak bersifat dan berlaku sebagai sugesti yang juga langsung masuk ke pikiran bawah sadar. Dalam hal ini pikiran bawah sadar sangat terbuka dan rentan terhadap berbagai data yang berasal dari lingkungan. Bila data yang masuk sifatnya positif dan menguntungkan maka efeknya juga positif. Namun bila data yang masuk sifatnya kontraproduktif maka itulah yang akan dialami oleh peserta. 

Teknik ketiga adalah menggunakan emosi. Dalam hal ini trainer secara sengaja membangkitkan emosi peserta pelatihan. Saat emosi muncul dan dirasakan, pada saat itulah faktor kritis berhasil ditembus dengan mudah. Yang perlu dicermati adalah emosi apa yang dimunculkan atau digunakan sebagai kunci membuka faktor kritis. Ada pelatihan yang berfokus pada emosi negatif seperti perasaan takut, cemas, khawatir, benci, dendam, perasaan malu, dan perasaan bersalah, dan ada juga yang fokus pada perasaan positif seperti cinta kasih, senang, damai, bahagia, perasaan diri layak dan berharga, semangat untuk berbagi dengan sesama, dan berbagai perasaan positif lainnya. 

Kembali pada judul artikel ini, sekarang saya secara khusus akan membahas mengenai penguatan negatif. Penguatan negatif adalah satu bentuk pemrograman pikiran bawah sadar menggunakan visualisasi yang dipadu dengan sugesti verbal, dan emosi negatif yang intens. 

Cara melakukannya adalah sebagai berikut. Trainer akan membimbing peserta menyusuri garis waktu (time line) menuju ke masa depan, misal beberapa bulan, setahun, dua tahun, lima tahun, hingga sepuluh tahun. Istilah teknisnya future pacing. 

Untuk setiap batas waktu ini trainer membimbing peserta membayangkan hal negatif yang akan terjadi bila mereka tidak berhasil mencapai target atau goal yang telah ditetapkan. Di sinilah pemrograman berbasis emosi negatif dilakukan. Peserta diminta membayangkan dan merasakan betapa, akibat mereka tidak sungguh bekerja dan gagal mencapai goal, menderitanya orang-orang yang mereka kasihi seperti pasangan, anak, dan orangtua karena kegagalan mereka. 

Skenario yang digunakan berbeda pada setiap batas waktu. Biasanya di awal, misal di batas waktu setahun ke depan, skenarionya belum terlalu parah atau negatif. Semakin lama semakin negatif dan intensitas emosi negatif yang digunakan juga semakin tinggi. 

Yang lebih luar biasa lagi, dalam pelatihan ini trainer meminta peserta membayangan bagaimana kedua orangtuanya sakit, tidak bisa mendapat perawatan dokter yang seharusnya, hingga sangat menderita dan meninggal akibat ia tidak melakukan kerja atau usaha yang seharusnya dilakukan dalam mengejar target atau goal yang telah ditetapkan. Akibatnya peserta merasa sangat bersalah, menyesal, sedih, dan juga marah pada dirinya sendiri karena merekalah yang menyebabkan semua ini terjadi. 

Setelah peserta merasakan berbagai emosi negatif yang berasal dari “masa depan” karena mereka tidak berhasil mencapai goal, peserta dibawa kembali ke masa sekarang dan diberi sugesti, “Ini semua belum terjadi. Anda bisa mengubah situasi ini.”

Dari sudut ilmu pikiran, pelatihan seperti ini sangat berisiko. Walau telah diberi sugesti “Ini semua belum terjadi”, di pikiran bawah sadar peserta semuanya telah terjadi. Emosi yang dirasakan, walau seolah-olah berasal dari masa depan, sebenarnya dirasakan di masa sekarang karena pikiran hanya mengenal satu waktu, sekarang. 

Di sesi lainnya, seperti yang saya saksikan di video itu, para peserta diminta untuk menuliskan target atau impiannya di atas foto orang yang sangat mereka kasihi. Kemudian mereka diminta untuk berjanji pada orang ini bahwa mereka akan melakukan apapun untuk bisa mencapai goal ini. Trainer meminta peserta mengucapkan janji ini berkali-kali, bahkan sambil berteriak. 

Setiap kali peserta berteriak, emosi yang terlibat juga semakin intens dan ini secara otomatis menempatkan peserta dalam kondisi trance yang dalam. Apalagi dengan diprovakasi bahwa mereka tidak serius dengan janji mereka. Provokasi ini terus dilakukan hingga sampai satu titik di mana peserta tampak histeris. 

Salah satu peserta bahkan berteriak histeris, sambil menangis dan memeluk foto anaknya, berkata, “Papa pasti berikan apapun yang kamu minta.” Sekilas sugesti diri ini tampak sangat bagus. Namun, dalam jangka panjang akan tidak baik bagi peserta ini. Akibat sugesti yang masuk ke pikiran bawah sadarnya dalam kondisi trance yang dalam, dengan emosi sangat intens, di masa depan ia tidak akan bisa atau sangat sulit menolak permintaan anaknya, walau sebenarnya ia tahu ini tidak baik atau tidak boleh. 

Apakah penguatan negatif bisa meningkatkan penjualan? Tentu sangat bisa. Pelatihan ini tentu sangat mendorong peserta untuk bersungguh-sungguh melakukan kerja atau upaya untuk mencapai goal. Yang perlu diperhatikan dan disayangkan adalah dorongan atau motivasi untuk berhasil dilandasi dengan emosi negatif seperti takut, khawatir, malu, dan terutama perasaan bersalah. Ini bukanlah cara bijak untuk menimbulkan motivasi internal. 

Bila ternyata goal berhasil dicapai maka program yang telah ditanamkan di pikiran bawah sadar peserta pelatihan dengan penguatan negatif, yaitu keluarganya akan menderita bila ia tidak mencapai goalnya, dan berbagai emosi yang menyertai visualisasi ini bila ia gagal, seperti perasaan takut, cemas, sedih, menyesal, dan bersalah, tidak akan ia alami. 

Apakah mungkin peserta tidak berhasil mencapai goalnya walau telah dibantu dengan pemberian sugesti atau pemrograman pikiran bawah sadar? Jawabannya, “Sangat mungkin.”

Data atau program yang telah berhasil masuk atau dimasukkan ke pikiran bawah sadar tidak berarti pasti bekerja seperti yang diharapkan. Program ini akan bersaing dengan program lain yang telah lebih dulu ada di pikiran bawah sadar. Kekuatan masing-masing program ini akan menentukan perilaku atau tindakan seseorang. Bila program baru lebih kuat dari program lama maka peserta akan bertindak seperti yang mereka inginkan, sejalan dengan tujuan pelatihan. Bila program lama lebih kuat maka peserta tidak akan mengalami perubahan berarti.

Apa yang akan terjadi bila ternyata mereka tidak berhasil mencapai goal itu? Yang terjadi adalah bisa saja keluarganya tidak menderita seperti yang dibayangkan. Keluarganya baik-baik saja. Namun…. skenario yang pernah ditanamkan di pikiran bawah sadarnya tetap akan berjalan. Walau dalam kondisi riil keluarganya baik-baik saja namun di pikiran bawah sadar semuanya bisa terjadi persis seperti yang telah diprogramkan karena ia gagal mencapai target. Ini tentu akan sangat tidak baik dan merugikan hidup peserta pelatihan ini. 

Saya bisa memahami alur pikir trainer ini yang mendasari pelatihannya pada pemikiran bahwa motivasi dan perilaku manusia didorong oleh dua kebutuhan dasar yaitu menghindari rasa sakit (pain) dan mengejar rasa senang (pleasure). Ini adalah pandangan behavioristik yang belum tentu cocok diterapkan pada setiap orang dan dalam setiap situasi. 

Manusia adalah makhluk berakal budi. Ada cara lain yang lebih bijak, menurut hemat saya, untuk memotivasi seseorang untuk bertindak dan maju. Salah satunya adalah dengan meningkatkan kesadaran diri, kebermaknaan hidup, dan menemukan hasrat (passion) dan tujuan hidup yang sesungguhnya.    

Selasa, 07 Februari 2017

Hati itu seperti batang air di tangan Tuhan, dialirkan ke mana Dia inginkan.


Image result for beautiful waterfalls



Mau menulis....
Khusus buat yang pesan post ini, tapi tidak tau apa yang harus ditulis, sister.
Waktu awal bikin blog ini, niatnya hanya buat curhat dan posting yg ngeroh2, haha.
Sudah coba berdoa, tapi ga dapat apa2 :P

Mungkin karena pikiranku sudah dipenuhi oleh bayangan2 foto yang di bbm tadi :)

Sekarang cuma bisa bilang, I love you.
Everything will be okay.

Tau kenapa istri lot tidak berada bersama dengan lot selamanya?
Sederhana.
Karena dia berbalik dan memandang ke belakang.

Saat Tuhan menggerakkan segala sesuatu untuk membuat kita pindah, berbalik dan terus melihat ke belakang akan mencegah kita memandang apa yang ada di depan yang Dia rancangkan bagi kita.

Sering yang di depan memang terlihat sangat menakutkan.
Dan kita lebih senang memandang ke belakang.
Memories itu manis, sedangkan masa depan yang belum pasti bisa membuat kita gemetar.
Tapi di depan sana, juga tersedia peristiwa2 manis untuk dijadikan memory yang indah.

Semua orang yang menangis hari ini karena tidak mengerti rencana Tuhan, di depan sana, suatu hari nanti pasti berkata,
Tuhan benar... Dia selalu benar.
Apa yang dilakukannya hari ini, bisa tidak dipahami, tapi bisa dipercayai.

Kita pasti akan merindukan masa2 indah itu.
Tapi bukankah pindah ke tempat yang baru, kita bisa menulis kisah yang sama di sana?
Tempat latihan yang baru... tempat berdoa yang baru... tempat menyembah yang baru...
Dan mungkin, seseorang yang baru...
Yang kalau Tuhan tidak memindahkan kita dari tempat yang lama, kita tidak akan berjumpa dengan orang2 (atau satu orang saja) yang Dia maksudkan untuk kita.
Ahaaayyyyyy.
Entah yang terakhir itu karangan atau nubuatan :P

Air Terjun Waktu Itu

Image result for air terjun tinoor



Semuanya tau, aku tidak suka kegiatan yang melibatkan terlalu banyak aktivitas fisik di alam.
Mendaki gunung? Lupakan.
Turun ke air terjun? Lupakan.
Aku tidak bisa memahami sampai detik ini, apa nikmatnya melihat pemandangan alam setelah perasaan ingin pingsan yang muncul dalam prosesnya.
Bagaimana aku bisa menikmati keindahan kalau aku sudah kelelahan?
Dibanding harus bangun pagi2 dan bersiap mendaki gunung, jauh lebih menyenangkan memeluk bantal pink ku, menarik selimut, dan mendengkur... kemudian terbangun karena bau masakan mami :D

Tapi waktu itu.... dan hanya waktu itu.....
Teman2 berhasil juga memaksa aku ke air terjun yang masih lumayan perawan.
Apa maksudnya lumayan perawan? Bukannya hanya ada perawan dan tidak perawan? LOL.
Mungkin maksudku dengan lumayan perawan itu, sudah tidak perawan tapi masih sempit saja, huahauahaua.
Berasa seperti perawan. Hahahahaha...
Tapi iya, air terjun itu benar-benar masih berasa perawan (aku kok jadi ngomong kayak cowok?) *lupakan.

Sebelum makin menjadi, ini jalan menuju air terjun yang gambarnya aku post di atas:

 Image result for air terjun tinoor


Gank kampus yang memaksa aku ke sana, dan ujung2nya sempat nyaris menjadi kasus karena kami membawa 2 orang dosen MUDA dan GANTENG dari luar negri ke area berbahaya itu.

Malam sebelum hari itu, hujan turun lumayan deras dan lama.
Pagi hari, kami menempuh perjalanan yang sangat sukar karena tanahnya menjadi licin.
Yang di foto itu, belum apa2. Ada bagian dari perjalanan itu yang sangat berbahaya.
Jalan yang lebarnya hanya setengah meter, licin, curam, dan sebelahnya jurang.

Dan aku tergelincir.
Jatuh ke jurang.
Untung masih sempat tersangkut di bebatuan yang tumbuh agak tajam di tebing.
Lalu salah seorang dosenku yang ganteng menyelamatkan aku.
Aku tau itu so sweet...
Tapi sama sekali tidak sweet saat itu terjadi. Percayalah.

Perjalanan dilanjutkan.
Ketemu lagi lokasi yang agak rawan.
Mungkin sebenarnya aman saja.
Tapi ketakutanku karena jatuh itu membuat aku sama sekali tidak mampu melangkah.
Semua motivasi kawan2ku tidak mampu membuatku bergerak.

Tapi pada saat aku mengangkat wajahku, sahabatku yang sudah lebih dulu melewati rintangan itu menatap langsung ke mataku dan penuh keyakinan berkata,
"Petra, Tuhan tidak akan membiarkanmu mati."
Dan aku pun melangkah.

Sejak saat itu, setiap kali aku menghadapi berbagai peristiwa yang luar biasa menyesakkan dan merasa tidak ada seorangpun bersamaku, termasuk menghadapi semua persoalan dan rasa sakit,  aku kembali ke peristiwa itu, untuk mendengar kembali sahabatku yang mengatakan dengan segenap hatinya,
"Petra, Tuhan tidak akan membiarkanmu mati."

Minggu, 29 Januari 2017

This what I live for.


Image result for holding diamond


Dear Tuhan, terima kasih. Beberapa hari ini sudah kelihatan tititk terang, meskipun aku merasa progressku masih sangat pelan.
Aku tau bahwa kepekaan itu selamanya adalah tentang proses, dan tidak ada seorangpun yang bisa mencapai tingkat kejernihan yang baik jika tidak mau menikmati waktu.
Tapi meskipun begitu, aku mohon supaya Tuhanlah yang mengajari aku, mempersingkat waktunya, karena hanya Tuhan yang tau bagaimana cara terbaik mengajari aku.
Kau yang melihat my limiting blocks, Kau juga yang tau bagaimana menarik perhatianku untuk hal2 yang memang harus ku perhatikan, dan Kau juga yang paling mengerti kondisi2 seperti apa yang membuat aku bisa cepat belajar.

Konsep kepekaan yang ini benar2 baru untukku.
Aku belum pernah mendengarnya dari manapun juga.
Tapi setelah mulai memahaminya, aku akhirnya bisa menjelaskan meskipun tidak utuh, mengapa yang lalu kepekaan yang satu benar dan kepekaan yang lainnya gagal total.

Sangat lucu bahwa ternyata aku lebih mudah memahami nilai2 rohani bukan dari rumah2 rohani, tapi justru dari rumah2 sekuler.
Mungkin related dengan apa yang Kau ajari dan Kau inginkan dari padaku tahun2 terakhir ini.
Untuk menjadikan dunia sekuler sebagai panggung berkhotbah.

Kau tau Tuhan, bahwa Petra benar2 memulai dari nol.
Dan jatuh bangun, persis sama seperti aku memulai "karier" rohaniku =))
Memulai dengan keyakinan penuh, iman yang menggebu, dan kegeeran bahwa aku mengetahui semuanya dengan baik, dan everything will be so easy.

Tapi aku tau, bahwa aku harus menjalani semua proses yang memang harus aku lewati.
Tidak ada shortcut.
Aku membutuhkan semuanya itu.
Sama seperti tidak ada shortcut saat dulu aku mulai bertumbuh dari remaja yang jatuh cinta padaMu, mau berhenti sekolah demi penginnjilan ke suku2 di pedalaman, mau berhenti kuliah demi melayani anak2 muda yang hidupnya rusak, tidak mau bekerja tapi maunya hanya nongkrong dengan para gay dan pelacur (dan percaya segenap hati bahwa Tuhan pasti mencukupi semua kebutuhan),
atau berjalan di jalan2 dan pergi menyembuhkan orang2 gila, tapi lalu menyadari bahwa itu hanya bagian dari visi yang besar, tapi bukan keseluruhannya.
Tidak ada shortcut dari seorang remaja biasa menjadi gembala gereja lokal di usia 22 tahun, dengan jemaat 600 orang anak muda.
Tidak ada shortcut, dari seorang gembala gereja kecil, menjadi gembala gereja komunitas dengan anggota ribuan orang.
Tidak ada shortcut juga, dari salah mendengarkan suara Tuhan, sampai bisa membedakannya dengan suara diri sendiri...
Tidak ada shortcut juga, dari pemahaman fanatik tentang teologi karismatik, hingga bisa berkata seperti temanku, I put no stock in religion.
Tidak pernah ada shortcuts.
Jalannya tetap harus dilalui.
Prosesnya tetap harus diselesaikan.

Dear Tuhan, tolonglah bantu aku menyelesaikan proses ini dengan cepat. Bantulah aku mengenali kekurangan2ku dan kesalahan2ku dengan cepat supaya aku segera menyelesaikan proses ini.

Semangat, Petra!

Jumat, 27 Januari 2017

Facing the Giants

Image result for facing the giants



Akhirnya aku sampai pada sebuah kesimpulan, bahwa apa yang terjadi selama ini, semua perjuangan2 ini, terjadi karena aku memerlukannya.
Semua doa berani yang aku panjatkan, tidak bisa diterima dengan kapasitas yang lama.
Tuhan harus melakukan sesuatu, untuk bisa memberi apa yang aku minta.
Dia terikat pada apa yang Dia sendiri katakan, bahwa apa yang aku minta akan diberikanNya.
Tapi Dia juga terikat dengan hatiNya, saat Dia melihat aku tidak akan bisa meng-handle apa yang aku minta.
Maka satu2nya cara, adalah memaksa aku melebarkan kapasitasku.
Satu2nya cara, memaksa aku masuk ke keadaan2 di mana mau tidak mau aku harus bertumbuh atau aku mati.

Dan aku berteriak seperti gila karena merasa Tuhan meninggalkanku, sedangkan sebenarnya Dia sementara benar2 dekat, memegangku erat, dan memaksaku masuk ke dalam proses2 yang sudah Dia rancangkan, sebagai syarat supaya apa yang aku minta bisa diberikanNya.

Aku menangis sepanjang hari karena merasa dibiarkan sendirian. Berteriak ke sorga sampai suaraku habis, berlutut meminta belas kasihan sampai lututku memar,... dan jiwaku terluka karena merasa tidak diperhatikan.
Tapi justru Dia sementara memperhatikan aku dengan seksama.
Sama seperti tukang perak yang sedang mengawasi perak yang dimurnikan.
Tidak boleh terlalu cepat diangkat, atau tidak akan sungguh2 murni.
Dan tidak boleh sedikitpun terlambat diangkat, atau api yang terlalu panas akan menggagalkan pembentukannya.

Harapanku adalah, semoga pemahaman yang tiba2 aku mengerti ini adalah pertanda bahwa semuanya sebentar lagi berakhir.
Pertanda bahwa aku akan segera menanggalkan kain kabungku, dan menggantikannya dengan tarian.
Berani mengangkat wajahku lagi dan mengatakan,
Tuhan itu baik.
Tidak selamanya aku ditinggalkan.

---------------------------------------------------------------
Btw, pic di atas adalah bagian yang paling aku suka dari facing the giants.
Sama seperti adegan pertarungan pertama peter di narnia.
Adegan yang 5x nonton, aku bisa 5 kali nangis. Haha. Nonton deh :D

Kamis, 26 Januari 2017

26-jan-2017

Image result for seeing



Hari ini aku melihat apa yang terjadi di antara kita di kemudian hari.
Aku sebenarnya tidak lagi kaget, karena apa yang ku lihat tetaplah sama dengan apa yang ku lihat selama satu tahun ini.
Tidak pernah berubah, meski aku berusaha mengatakan pada diriku bahwa itu tidak mungkin terjadi, karena aku tidak melihat tanda-tanda bagaimana hal itu terjadi.

Tapi hari ini tiba-tiba aku melihat mawar dan darah, di tengah-tengah kisah kita.
Dan juga 3 hari, dan 2 tahun.
Aku sangat terganggu dengan darah itu.

Aku tidak tau apakah dengan berdoa supaya yang buruk tidak terjadi apakah pada akhirnya akan membawa kebaikan, atau kekeliruan.
Aku hanya akan berdoa doa bapa kami saja.

Untuk mengatakan berulang-ulang apa yang sering aku takutkan saat berdoa doa itu,
terjadilah kehendakMu di bumi seperti di Sorga.

Tuhan, tolonglah aku.
Bantulah aku percaya, bahwa apapun, apapun, yang ada dalam rancanganMu itu benar adanya.

Senin, 23 Januari 2017

Curhat

Image result for tears of strength




Lelah setiap hari bukan hanya dengan orang bodoh yang tidak bertanggungjawab, tapi juga dengan orang yang setiap saat mengeluh.
Aku rasa tidak berlebihan jika aku berkata akulah yang bertanggungjawab atas semuanya, dan bahwa benar2 tidak ada seorangpun yang peduli.
Sekali lagi, BENAR2 TIDAK ADA SEORANG PUN YANG PEDULI!!!

Yah, satu2nya yang peduli padaku hanya RaphaEl!
Dia satu2nya yang peka dan tau kapan aku lagi bersedih dan ingin mati saja.
Dia akan datang, memelukku, menciumku, dan bertanya, mama r u okay? Everything will be good. I love you...

Kadang aku bahkan tidak bisa menahan airmataku jatuh.
Aku bisa terisak-isak di depan anakku, kemudian my RaphaEl akan menghapus airmataku dan bilang, "Jangan sedih mama, ada Tuhan Yesus..." dan itu malah semakin membuat tangisku lebih menjadi.

Yang lain?
Entah tidak punya hati, atau tidak bisa berpikir dengan bijak.
Aku tidak perlu nasihat panjang lebar tentang bagaimana mengatur keuangan, atau tentang bagaimana mengurus semua projectsku! Actually itu juga bukan urusan kalian!
Sama seperti aku juga tidak perlu menjelaskan kepada kalian apa yang aku gunakan dengan uangku!!!

Kenegatifan papi mulai membuat aku tidak bisa menahan diri!!!
Tidak heran sehebat apapun dia, hidup tidak pernah berlaku baik padanya.
Mental terlalu pengecut!!
Mentalitas menyalahkan semua orang, dan semua situasi kecuali menyalahkan dirinya sendiri!!!

Aku sementara kelelahan, dengan sisa2 kekuatanku berusaha memelihara harapan dalam jiwa!!
Dengan sisa2 kekuatanku, sementara berusaha memelihara kewarasanku!!!
Dan kau, apa yang kau lakukan???
Satu2nya yang mampu kau lakukan hanya mengeluh sepanjang hari dan mengintimidasi dan terus menerus mengatakan hal2 yang membuatku gila!!!!!

Setengah jam mengkhotbahiku tentang Tuhan yang menolong orang dalam kesukaran, lalu 10 jam yang lain mengeluh terus untuk hal2 yang sepatutnya disyukuri!!!
Itu yang kau sebut mempercayai Tuhan???? Itu yang kau banggakan dari semua dotrin gerejamu, yang membuatmu dulu mengusir aku seperti anjing dari rumah karena aku tidak menyetujui pemikiranmu??? Dari rumah yang bukan rumahmu????

Kau bilang aku membuatmu frustasi karena projects di sini gagal????
Lalu siapa yang membuatnya gagal?????
Siapa yang memaksa kami semua menyetujui project tidak masuk akal yang tidak ada seorangpun mau mengerjakannya?????
Kau bilang aku membuatmu frustasi sampai kalau kau mati maka aku lah yang menjadi penyebabnya????
Lalu bagaimana kalau aku yang mati????
Apa kau berani bilang kau bertanggungjawab untuk kematianku????
Kau bahkan tidak berani mengakui bahwa kau tidak peduli dengan kematian adikku!!!! CUIH.

Kau laki2 pengecut yang bersembunyi di balik karaktermu yang keras dan mengerikan!!!!
Kau pikir aku masi seperti yang dulu??
Anak kecilmu yang ketakutan bersembunyi di dalam kamar setiap kali kau pulang larut malam, karena ketakutan melihatmu mabuk dan berteriak2 seperti orang gila dan memaki-maki semua orang???
Kau pikir aku masi gadis kecilmu yang polos dan tidak mengerti apa2???

Aku berada di sisimu meskipun aku muak.
Aku berada di sisimu, mendengarkan semua yang kau bicarakan dengan semua orang, dan mengamati semua yang kau lakukan!!!
Aku mengetahui dengan jelas segala hal yang kau lakukan, bahkan yang tidak diketahui oleh mami sampai hari ini!!!!!
Semua kebusukan dan kejahatan, bahkan semua yang paling jahat yang pernah diketahui manusia dan yang kau lakukan... aku TAU SEMUA ITU!!!!

Aku mewarisi semua keahlianmu yang kejam itu!!!
Dan kau tau kenapa aku menikah dengan suamiku?
Karena suamiku anak pendeta, sementara aku anak penjahat besar, dan itu akan menampar wajahmu!!!

Maka berhentilah mengeluh!!!
Bantulah aku dengan tidak mengeluhkan apapun yang sebenarnya disyukuri orang2 lainnya!!!
Aku tidak meminta apapun kan?
Aku tidak memaksamu melakukan apapun kan?
Aku hanya memohon, berhentilah menunjukkan semua kenegatifan itu!
Hidupku sudah cukup sulit, tidak perlu ditambah dengan menjadi energy sucker yang ku benci!!!!

I love you.
Tapi kalau kau sungguh2 mencintaiku, bantulah aku menghadapi semua hal ini dengan lebih mudah.

Aku tau tidak mudah untukmu yang bermental serapuh itu.
Tapi aku juga tidak setegar dan sekuat yang dikira seluruh dunia...

Aku masih menangis, dan masi diam2 ingin pergi bersama Tuhan.