Selasa, 17 Januari 2017

Ternyata Bukan Swiss! 01

Image result for new zealand



Aku sudah melihat tempat itu sejak pertama kali mengenal internet.
Tahun 2000, semester satu kuliah.
Tidak ingat dapatnya dari mana, yang ku ingat bahwa foto itu ku simpan di komputerku, saking aku terpesona dengan warna warni bunganya.
Ah, rupanya itu sudah nyaris 17 tahun yang lalu :)

Dan aku tidak pernah tau, bahwa ternyata bunga itu berada di negara yang sama dengan sebuah tempat yang sebelumnya (selama lebih dari 15 tahun) ku pikir adalah Swiss.

Sebuah tempat dengan pantai dan danau yang indah.
Perkebunan, ranch, dan memandang bintang2.
Padang rumput, laut, dan langit yang mempesona.
Domba2 dengan bulu keriwil2.
Vineyard.
Dan pabrik2 keju.

Serius, belasan tahun aku menganggapnya Swiss.

Senin, 16 Januari 2017

A Listening Heart 02

Image result for beautiful thunder



Terbaring ga bisa ngapa2in selama seminggu (ditambah seminggu lagi yang sekarang sementara dijalani), bukan hanya memberi istirahat pada tubuh, tapi juga istirahat bagi jiwa... saat di mana kebisingan dari berbagai pikiran lumayan mereda.

Tapi suara Tuhan yang aku tunggu2?
Tidak ada.
Hahahahaha....

Dan tidak mendengar apapun dari Tuhan selama 3 bulan, selain dua tiga empat penglihatan (yang bagiku tidak menarik) cukup membuat frustasi.
Tau kenapa?
Karena aku selalu memandang hubungan dengan Tuhan itu adalah hubungan cinta, seperti hubungan dua orang kekasih.

Kalau ini adalah hubungan antara seorang budak dan tuannya, maka aku cukup berdiam diri saja, dan menunggu kapan Dia mau berbicara atau kapan Dia tidak mau berbicara... tidak bisa dan tidak perlu mengatakan apa2.
Apapun yang Dia putuskan, apapun yang Dia inginkan, untuk apa peduli?
Aku hanya cukup mengerjakan apapun yang ditugaskan kepadaku.
Budak tidak punya hak bicara.
Tidak punya hak mengemukakan pendapatnya.
Tidak punya hak menyuarakan keinginannya.
Hidup hanya berisi tentang dosa atau bukan dosa.
Tentang kesalahan atau ketaatan.
Aku taat, dan aku diberi makan.
Aku berdosa, dan aku dihukum.
Sederhana.

Tapi kekasih berhak mengetahui apa yang ada di pikiran kekasihnya.
Berhak mengetahui semua keinginan dan rencana.
Berhak menyuarakan pendapat, dan memberitahukan keinginan.
Berhak tau apakah Tuhan lebih suka spageti atau nasi goreng.
Berhak mengatakan pada Tuhan, apakah aku lebih suka mawar atau tulip.
Termasuk berhak mengemukakan pendapat siapakah yang lebih berhak menang, Liverpool atau MU.

Hubungan cinta itu harus penuh dengan komunikasi yang sehat, atau hubungan akan berakhir.

Bagaimana mungkin aku bisa mempercayai Kekasihku kalau sang Kekasih tidak berbicara padaku selama lebih dari 3 bulan?
Bagaimana kepercayaanku akan bertambah, jika ratusan kali aku mengajak bicara, dan sang Kekasih hanya berdiam diri tidak mengatakan sepatah kata pun?

Aku mengajak Dia bicara ratusan kali...
Aku menangis, merengek, mengancam, mengintimidasi...
Bahkan berteriak dengan keras,
"Apakah Kau mendengarkan aku?? Apakah aku masih berarti bagiMu?? Dengarkanlah aku, aku sementara berbicara!!! Aku bukan malaikat yang mondar mandir di depanMu dan harus tetap berdiam diri kalau Kau lagi kehilangan mood bicara!!! Aku kekasihMu, dan cinta ini Kau bayar dengan darahMu!! Aku berhak memintaMu bicara... katakanlah sesuatu... aku benci setiap kali Kau tidak berbicara!!!"

Dia tetap tidak mau mengatakan sepatah katapun.

--------------------------------------------

Pagi ini...
Aku merasa ada angin lembut yang bertiup di dekatku.
Aku masi sangat ingin melanjutkan tidur (haha).

Tiba2 sebuah perasaan aneh mulai menggetarkan aku, dan secepat kilat aku duduk bangun.
Itu Dia...
Aku mengenaliNya.
Sangat jarang Dia datang dengan cara seperti ini.
Hanya pernah dua kali, dulu.

Dengan sangat pelan (dan sedikit takut) aku berbisik, "Tuhan.. is that You?"

Dan untuk pertama kalinya dalam 3 bulan, akhirnya suara yang aku tunggu datang.

"Bukankah kau yang tidak mau mendengarkan lagi?" adalah kalimat pertama yang terdengar.

Lalu semua memory mulai bermunculan dengan cepat.
Semua perkataan "aku tidak mau mendengar lagi.." kembali, seakan minta dipertanggungjawabkan.

Teringat semua momen di mana Dia datang dan mulai berbicara,
"Petra, kau tau... Aku mau melakukan ini..."
"Petra, akan terjadi yang seperti ini..."
"Petra, bangsa ini akan begini dan bangsa itu akan begitu..."
"Petra, orang ini akan begini dan begitu.."
"Petra, apakah kau mau melakukan sesuatu?"
"Petra, Aku tau ini kedengarannya tidak masuk akal bagimu, tapi percayalah Aku tau apa yang Aku lakukan..."

Dan aku menjawab,
"Hentikanlah, Tuhan. Aku tidak mau mendengar lagi..."

----------------------------------

Percakapan belum selesai.
Bahkan sampai postingan ini aku tulis.

A Listening Heart

Image result for a listening heart


Di dalam pencarian kepekaan ini, ditambah dengan berbagai persoalan kesensian hati sendiri, plus masalah2 besar yang muncul karena resiko petualangan, aku jatuh sakit sudah lebih dari sebulan.

Aku tau bahwa pikiran yang penuh kekuatiran menurunkan kondisi kesehatan manusia.
Tapi juga terlalu banyak berdoa, bisa membuat sakit.
Sakit karena kelelahan tentu saja.
Kalian pikir berdoa itu tidak melelahkan?
Kecuali mungkin kalau kalian berdoa hanya sekedar berdoa, sekedar cuap2 dan selesai.
Berdoa itu peperangan... sama seperti daniel yang berdoa, dan di udara ada peperangan antar malaikat.
Apa coba yang malaikat Tuhan katakan?
Doamu daniel, sudah didengarkan sejak hari pertama, tapi saat si malaikat mau membawa jawaban doa itu, dia dihadang oleh malaikat yang jahat, dan berperanglah mereka 21 hari lamanya, sampai mikael datang. Lalu malaikat yang pertama itu pergi untuk membawa jawaban doa daniel, dan meninggalkan mikael berhadapan dengan malaikat jahat itu.

Dan setelah selesai semua penglihatan itu, daniel jatuh sakit, tidak bisa bangun berhari-hari.

Jadi semua sudah komplikasi.
Aku lagi banyak pikiran, memang kelelahan, ditambah aktivitas rohani yang juga menghabiskan banyak tenaga.

Aku benar2 berdoa 3-4 jam dalam bahasa roh setiap hari.
Tidak termasuk doa dalam bahasa indonesia.
Dan bapa kami juga salam maria.
Dan aneka devosi pada para saints! (sounds so frustrated kan?) :D

Bahkan di hari2 terakhir ini, aku berdoa 100x bapa kami dan 300 kali salam maria.
Niatnya selesai dalam 1 hari, tapi akhirnya selesai dalam 2 hari.
Capek sekali...
Semua demi kepekaan yang aku minta.

Samar2 di telingaku suka terdengar perkataan elia pada elisa, saat elisa meminta 2 bagian dari roh elia.
"Apa yang kau minta itu sukar, tapi kalau kau bisa melihat aku terangkat daripadamu, apa yang kau minta itu akan diberikan."

Kalangan karismatik seringkali berbicara tentang double portion anointing itu: dua bagian dari roh.
Karena melihat keajaiban yang menyertai pelayanan elisa 2x lebih hebat dari pelayanan elia.
Mereka mulai meminta double portion dari si itu dan si ini...
Tapi dalam 18 tahun, aku belum pernah melihat seorangpun yang sungguh2 mendapatkan hal yang seperti itu.

Aku tau bahwa apa yang aku minta itu sukar.
Tapi sukar itu bukan tidak mungkin.
Aku terus menerus mengutip apa janji J:
Mintalah apa saja yang kamu inginkan dalam namaKu, dan Aku akan memberikannya. Dan jika Aku tidak memilikinya, Aku akan menciptakannya bagimu.

Tetap, tidak ada yang terjadi.
Kuasa Allah tetap turun sebentar, lalu naik lagi.
Dan aku mulai mempertanyakan apa yang selama ini aku percayai.

Jangan2 bahasa roh itu palsu.
Jangan2 babtisan Roh Kudus itu bukan seperti apa yang aku ketahui selama ini.
Jangan2 aku salah tentang segala karunia itu...
Jangan2 aku denial tentang segala perbincangan tentang Tuhan dan pekerjaanNya itu.
Jangan2 aku membodohi diriku sendiri.
Jangan2 aku tidak pernah dibabtis dengan Roh Kudus...
Jangan2 yang selama ini ku pikir mendengar Tuhan hanya sebuah tingkat mendengarkan diri sendiri yang lebih dalam...
Jangan2 semua yang aku percayai sebagai benar selama 18 tahun ini, yang membuat aku rela menyerahkan nyawaku dan segalanya dalam hidupku, hanyalah penipuan psikologis.

Sebab kalau nyata, kenapa untuk hal mudah dan bisa memiliki berbagai options jawaban, aku bisa mendengarkan Tuhan dengan sangat baik dan sangat mudah menerima hikmat yang aku perlukan?
Ke manakah Tuhan ingin aku tinggal.... manado, bali, atau jakarta...
Ke manapun jawabannya, tidak ada seorangpun yang bisa membuktikan yang mana yang diinginkan Tuhan.
Itu adalah konteks iman semata.

Tapi coba bandingkan dengan, bertanya pada Tuhan, hari ini di rumah bersalin A, ada berapa bayi perempuan yang lahir dan siapa saja nama mereka?
Itu bukan lagi konteks iman.
Itu bisa langsung dibawa ke pembuktian.
Siapa saja bisa dengan mudah membuktikan apakah itu suara Tuhan atau bukan.

Kepekaan yang seperti itu yang aku inginkan.

Sebenarnya bukan untuk sok jagoan dan bergaya sakti...
Tapi untuk menantang diri sendiri masuk ke dalam pengalaman yang jauh lebih murni dengan Allah.
Sebagai sebuah upaya untuk memuaskan kerinduan...

Untuk mengucapkan permohonan,
Bahwa kami telah mendengar perbuatanMu dahsyat di masa lalu...
Nyatakanlah lagi seperti dahulu.

Minggu, 15 Januari 2017

.. to become better.. 02



Image result for junior masterchef us winner logan



Ini sesungguhnya adalah sebuah perjalanan yang panjang.
Aku banyak belajar dari masa-masa yang sangat sulit ini.
Meskipun aku sendiri lebih senang menyebutnya sebagai petualangan dibandingkan perjalanan.
Memutuskan untuk melangkah keluar dari hidup yang nyaman, melangkah ke suatu level baru dengan semua konsekuensi dan resiko yang baru,  tentu saja aku sudah menghitung harga yang kurang lebih harus ku bayar.
Tapi tidak akan pernah mudah kan..

Dan seperti yang sebenarnya sudah ku perkirakan, semakin besar kenekatanku, semakin besar perjuangannya, haha.

Kembali ke ho'oponopono.
Sebuah cara unik dari hawaii, yang sudah dicoba oleh begitu banyaknya orang dan diakui sebagai salah satu cara terbaik.
FYI, sedikit ngeroh, satu hari sebelum tercerahkan dengan sistem ini, aku bermimpi melihat hawaii.
Kebetulan? Bisa jadi :))
Waktu itu, aku super geer merasa bahwa Tuhan akan bawa aku ke hawaii dalam waktu yang dekat.
Meskipun dalam waktu dekat versi Tuhan itu, sebaiknya tidak usah diterjemahkan berapa lama.
Karena nobody knows. LOL.

Bener kata Joe Vitale.
Semua cara2 yang disebutnya itu, memang berhasil, hal2 yang sangat bagus untuk dilakukan, bahkan termasuk EFT ( i luv it actually).
Tapi tidak ada satu pun yang selalu berhasil, tanpa pengecualian.
Tidak ada.
Aku sudah mencoba semuanya bertahun2 dalam hidupku.

Mungkin sekarang giliran mencoba yang ini dengan lebih serius.
Aku punya buku nya.
Bahkan punya buku zero limit yang versi the final secret, yang setauku belum diterjemahkan ke bahasa indonesia.
Tidak ada salahnya mencoba apa yang direkomendasikan joe :D

Btw, aku suka sekali menonton acara masterchef US.
Bagiku itu adalah refleksi dari hidup manusia.

Di sebuah episode masterchef junior, ada seorang anak yang selalu berbuat kesalahan.
Berkali-kali berbuat kesalahan, episode demi episode berada di 3 paling bawah.
Gordon harus memanggilnya keluar sejenak, dan bertanya, "untuk apa kamu ada di masterchef? kalo kamu terus seperti ini, aku akan mengeluarkan kamu dari acara ini."

Anak itu dengan mata berkaca-kaca menjawab pelan,
"To become better."

"Then go, and become better!" gordon berteriak.

Anak itu menyelesaikan junior masterchef season itu, sebagai pemenang pertama..
(mengalahkan anak yang sudah dijagokan semua orang di seluruh dunia sejak episode 1)

Go Petra, and become better.

.. to become better.. 01

Image result for beautiful rainbow in the road



Sebenarnya sudah sekitar 7-8 tahun yang lalu berkenalan dengan ho'oponopono.
Apa namanya?? Oh yeah, pokoknya seperti itulah.
Baca saja sendiri sekali lagi.
Buku sangat tebal, waktu itu cetakan covernya berwarna kuning.
Aku sangat ingat, belinya di PIM :D

Buku to letting go yang rumit dengan konsep aneh yang baru pertama kali aku dengar darimana pun juga.
Sangat jauh dari konsep the secret rhonda, dan lumayan aneh juga karena buku itu ditulis oleh joe vitale, yang juga sama2 penulis the secret.

Sebelum lanjut, let me show you what Joe Vitale said di awal buku Zero Limit itu (hal yang paling menarik buat aku):

Toward the end of 2006
I taught a seminar called Beyond Manifestation, which is heavily influenced by what I learned after I discovered the mysterious Hawaiian therapist and his method.
In that event I asked everyone to list all the ways they knew to manifest or attract something in their life. They said things like affirmations,  visualizations, intentions, body awareness methods, feeling the
end result, scripting, Emotional Freedom Technique (EFT) or tapping, and many, many more. 

Once the group inventoried every single way they could come up with to create their own reality, I asked them if those ways worked all the time, without exception.

Everyone agreed they did not always work.
“Well, why not?” I asked them.
No one could say for sure.
I then hit the group with my observation:
“All of those ways have limitations,” I declared. “They are toys your mind plays with to keep you thinking you’re in charge. The truth is, you are not in charge, and the real miracles come when you
let go of the toys and trust in a place inside yourself where there are zero limits.”


I then told them that where you want to be in life is behind all of those toys, which is behind the chatter of the mind and right there with what we call the Divine. 
I went on to explain that there are at least three stages to life, beginning with you as victim, then moving on to you as creator of your life, and ending—if you’re lucky—with you becoming servant to the Divine. 
In that last stage, which I’ll discuss later in this book, astonishing miracles happen—almost without you trying.

Earlier today I interviewed a goals expert for my Hypnotic Gold membership program. He has written
a dozen books and sold millions of copies of them. He knows how to teach people how to set goals. Most of his philosophy revolves around having a burning desire to accomplish something. 

But that’s an incomplete strategy. 

I asked him what he suggested when someone can’t find the motivation to set a goal, let alone complete it.
“If I knew that,” he began,“I’d be able to solve most of the problems in the world.”


He went on to say that you have to be hungry to achieve a goal.
If you aren’t, you won’t keep up the discipline needed to focus on it and work toward it.


“But what if you’re not hungry enough?” I asked.
“Then you won’t reach your goal.”
“How do you make yourself hungry or motivated?”
He couldn’t answer.


And that’s the rub. 

At a certain point all the self-help and goal setting programs fail.
They come up against the troubling fact that if someone isn’t ready to achieve something, they won’t maintain the energy needed to manifest it. 
They’ll quit. Everyone knows this experience from setting resolutions on January 1st and forgetting them by January 2nd. 
The good intentions were there. 
But something deeper wasn’t in alignment with the conscious desires.
So how do you take care of that deeper state that isn’t “hungry”?


Aduh, kepanjangan.
Bikin bersambung saja yah, part 2.

2001 Castle

Image result for beautiful beach



Aku sudah menunggumu lama sekali di tempat itu.
Castle yang gelap, dan berbau sangat tua.

Aku berada di kamar tidurku yang sangat besar, sendirian, merasa tidak nyaman, dan tidak melakukan apapun.
Tidak ada yang hangat di sana.
Sementara udara terasa sangat dingin.

Di ujung ruangan ada piano hitam besar.
Di atasnya ada seikat bunga mawar merah yang sangat cantik.
Oh, kau memang selalu tau bahwa aku sangat menyukai mawar.
Dan di samping mawar itu, ada sebuah bingkisan kecil diikat pita emas.
Aku tidak menyentuhnya sama sekali.
Bahkan mawar itu pun tidak.

Aku berjalan menuju jendela besar di sebelah kiriku...
Angin berhembus cukup kencang dari sana.

Di bawah terlihat hamparan ombak putih menerjang batu2 karang.
Hari sudah mulai gelap.
Matahari baru saja terbenam sempurna.

Aku tidak tau sudah berapa lama aku menunggu.

Aku terus menunggu sampai semua cahaya dalam rumah ini dinyalakan.
Sampai semua lampu nya yang cantik terlihat keindahan sinarnya.
Terus menunggu di kamar itu sampai suara2 para pelayan yang mempersiapkan makan malam mulai terdengar.
Dan tamu2 mulai berdatangan.

Lalu akhirnya, ada suara langkah pelan ku dengar mendekati kamarku.

Dan aku melihatmu.

Aku berlari kepadamu, memelukmu dengan sangat erat, dan memberitahumu bahwa aku sudah menunggumu sangat lama..
dan bahwa tidak ada sesuatu pun dari semua yang kau beri yang lebih ku inginkan dibandingkan kehadiranmu.


--------------------------------------------------

2001.


Akhirnya :P




Image result for good luck


Akhirnya, berani juga ngasi tau link blog ke beberapa teman, anak2, some special people, huahuahauahua.

Sounds like the old days, huh?
I miss you all.